This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace these with your own descriptions.

Selasa, 12 Februari 2013

APA SIH HARI VALENTINE ITU ?????????

Hari Valentine di kalangan ABG identik dengan hari kasih sayang, Hari yang jatuh tanggal 14 februari ini juga identik dengan Cokelat sebagi bingkisan atau kado valentine. Namun sesungguhnya tahukah anda bagimana sebenarnya sejarah munculnya hai valentine tersebut, simak aja info berikut ini.






Sejarah Hari Valentine
Perayaan Kesuburan bulan Februari
Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.
Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.
Hari Raya Gereja
Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:
* seorang pastur di Roma
* seorang uskup Interamna (modern Terni)
* seorang martir di provinsi Romawi Africa.
Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.
Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.
Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.
Valentinius
Guru ilmu Gnostisisme yang berpengaruh Valentinius, adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep… dalam agama Kristen yang umum. Stephan A. Hoeller, seorang pakar, menyatakan pendapatnya tentang Valentinius mengenai hal ini: “Selain sakramen permandian, penguatan, ekaristi, imamat dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil “penebusan dosa” (apolytrosis) dan “tempat pelaminan”…”
Era abad pertengahan
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa
For this was sent on Seynt Valentyne’s day (“Untuk inilah dikirim pada hari Santo Valentinus”)
When every foul cometh there to choose his mate (“Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya”)
Pada zaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasangan mereka “Valentine” mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada zaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
* Sore hari sebelum santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati syuhada), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”.
* Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.
Hari Valentine pada era modern
Hari Valentine kemungkinan diimpor oleh Amerika Utara dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi daerah tersebut. Di Amerika Serikat kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. (Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan “Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary”.)

SEKS BEBAS

Tabu adalah rambu-rambu kebajikan. Tabu diyakini sebagai ajaran. Tabu adalah juga potret kemunafikan. Seks yang disakralkan dan ditabukan justru akan menimbulkan kemenarikan. Masa remaja adalah masa muda dewasa, saat kebutuhan seks remaja mulai dirasakan. Namun kenyataannya, secara psikologis, bagi remaja semakin seks itu ditabukan, disakralkan, seks semakin menjadi objek kemenarikan.

Remaja - usia 15 sampai 25 tahun - selalu memiliki sifat dan kemauan besar untuk penasaran. Larangan dan pengucilan serta ketidakterbukaan soal seks justru semakin memperbesar rasa penasaran. Akibat larangan dan penabuan soal seks, para remaja mengejar informasi dengan sesama remaja sepermainan. Di sini awal mula permasalahan. Remaja yang saling tidak memahami makna dan akibat seks saling memperbincangkan dan menyimpulkan. Dan, celakanya tidak selalu benar para remaja membuat kesimpulan.

Kesimpulan yang diyakini akan menimbulkan dampak sesuai dengan keyakinan. Biasanya, jika kelompok remaja sepermainan memiliki pemahaman terbuka, seks bebas tak akan dilakukan. Namun, jika seks dengan segala keindahannya tidak pernah didiskusikan dan ditabukan, seks biasanya akan dipraktekkan.

Secara sosio-psikologis, akses informasi tentang seks bagi remaja sekarang lebih gampang didapatkan. Berita, gambar, video, peristiwa, cerita semuanya tersaji tanpa bisa disembunyikan. Masyarakat sendiri hidup dalam dua dunia kealiman dan kemunafikan. Kealiman dibuktikan dengan himbauan dan larangan melakukan hubungan seks sebelum pernikahan. Namun, semua sarana yang mendorong seks dilakukan oleh remaja tersedia tanpa batasan.

Berbicara tentang seks, jika di kota besar seks dilakukan remaja di kost-kostan, motel, penginapan, kendaraan, di desa-desa dan kampong dilakukan di kebun dan hutan. Tak ada perbedaan sejak zaman dulu dan sekarang soal remaja dan seks selalu sama pada setiap zaman.

Penyebab lain dilakukannya seks oleh remaja adalah rentang usia pernikahan. Dikarenakan menempuh pendidikan, sementara tubuh telah matang secara seksual, maka terjadilah seks di luar pernikahan. Ketika usia pernikahan zaman dulu lebih muda dilakukan, maka jelas seks bebas tidak marak dilakukan. Remaja menikmati seks dalam bingkai pernikahan.

Ekspose besar-besaran tentang hasil survei misalnya 67% siswi SMP sudah tak perawan sebenarnya tidak menguntungkan. Berita lain tentang kebebasan seks di kalangan remaja perkotaan, kebebasan seks mahasiswa di perkotaan, dan aneka berita tentang seks yang dibesar-besarkan, akan membuat remaja semakin penasaran.

Solusinya adalah para orang tua sejak remaja usia dini harus membuang tabu dan sejak dini seks harus dijabarkan dan dijelaskan. Hingga pemahaman dan sifat remaja serta sikap terhadap seks sesuai dengan harapan. Selain itu, ekspose soal penyimpangan seks juga tak perlu dilakukan besar-besaran. Kembalikan lagi soal moralitas dan pemahaman keagamaan orang tua perlu juga ditunjukkan. Sifat munafik secara sosial tentang kebebasan seks perlu juga dihilangkan. Agar para remaja memiliki role model yang benar soal seks dan tidak melakukan seks secara sembarangan.

SEKS BEBAS REMAJA DIJAMAN SEKARANG

 

Bicara soal remaja tidak akan pernah lepas dari percintaan remaja. Tentu semua remaja telah mengalaminya .Hampir seluruh remaja di Dunia termasuk Indonesia mempunyai suatu budaya untuk mengekspresikan percintaan remaja itu sendiri yang biasa kita sebut sebagai “Pacaran”.

Pacaran, bukan hal yang lazim lagi di kalangan remaja saat ini. Mulai dari berbagai jenjang pendidikan mereka. Mulai dari Anak-anak kuliah sampai SMP (bahkan anak SD pun mulai mencoba-coba). Mulai dari tingkatan remaja awal sampai remaja akhir, rata-rata mereka sudah mempunyai ‘pacar’. Macam-macam pula remaja mengekspresikan rasa cintanya pada sang ‘pacar; dengan berbagai cara. Mulai dari yang biasa sampai yang tidak bisa diterima secara moral karena perbuatan mereka telah melanggar ketentuan norma yang ada. Salah satu cara yang merupakan cara yang paling tidak diterima di kalangan masyarakat adalah seks bebas.

Seks bebas merupakan cara mengekspresikan cinta yang paling melanggar norma-norma masyarakat. Seks bebas juga merupakan suatu hal yang “Anehnya” mulai dianggap hal yang biasa bagi beberapa remaja di Indonesia. Mengapa? Hal ini tidak terlepas dari media-media massa/elektronik, westernisasi (kebarat-baratan) atau pun salah pergaulan. Mereka yang kurang pendidikan agamanya atau mereka yang kurang terdidik moral nya dan lebih sering melihat atau menonton acara-acara yang dianggap menjadi dasar dari perbuatannya, seperti sinetron atau film, tentu saja hal ini akan membentuk perilaku remaja yang cenderung tersesat dalam pergaulan nya atau lebih bisa lebih buruk lagi.

Pendidikan seks di kalangan remaja tampaknya belum terlihat realisasi nya, terbukti dengan banyaknya kasus tentang kehamilan di luar nikah atau penyakit menular seperti HIV/AIDS dan sebagainya. Memang tidak semua remaja harus diberi pengarahan tentang hal ini karena mereka seharusnya sudah dapat berpikir secara matang tentang nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku di masyarakatnya. Namun, sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa remaja cenderung labil dalam emosi dan pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki mereka masih belum bisa membuat remaja itu menentukan tindakannya secara benar. Hal inilah yang menyebabkan seks bebas di kalangan remaja semakin memburuk. Tentu masih banyak penyebab-penyebab remaja cenderung melakukan seks bebas.

Beberapa cara yang dapat dilakukan baik pihak sekolah, lingkungan, keluarga, juga remaja itu sendiri untuk sebagai ‘pencegahan dini’ dari pergaulan bebas remaja :
  1. Perlunya kerja sama antara orang tua dengan pihak sekolah mengenai pendidikan moral anak mereka. Hal ini tentunya akan membuat pihak sekolah lebih ketat dalam urusan moral para siswa nya.
  2. Keaktifan dari para guru BP/BK/P2S untuk mencegah dan mengajarkan moral dan etika kepada para siswa nya dan memberi peringatan yang keras kepada mereka agar tidak mengulangi nya lagi.
  3. Perlu adanya kedekatan para orangtua dengan anak-anak mereka sehingga terjalin suatu hubungan yang baik di mana anak-anak mereka dapat menuruti nasihat serta perintah dan jujur dengan orangtua mereka sendiri.
  4. Perlunya pengawasan atas media yang di tonton oleh para orangtua terhadap anak mereka. Hal ini sangat penting karena media saat ini merupakan acuan para remaja (anak-anak mereka) dalam mencari trend.
  5. Untuk para remaja, kalian harus lebih selektif dalam mencari kelompok bermain yang baik. Bukan berarti hal ini akan membuat pergaulan kalian menjadi kaku, namun hal ini dapat membuat kalian jauh dari pergaulan yang salah. Ekspresi kan kecintaan kalian dengan sang ‘pacar’ dalam hal yang positif. Bisa dalam bentuk inspirasi dalam membuat novel atau cerpen dan lagu. Hal ini akan membuat kalian lebih produktif dan itu tentu bermanfaat bagi kekreatifan kalian.

Senin, 11 Februari 2013

GAYA PACARAN JAMAN SEKARANG


Kalo ngomongin cara pacaran anak muda (remaja ABG) jaman sekarang, mungkin udah jadi "Rahasia Umum". Karna hampir semua orang tau gimana "Gaya Pacaran Remaja Jaman Sekarang", yang semakin bebas dan rada parah. Ada beberapa pemahaman salah tentang pacaran anak muda jaman sekarang:

1. Gak punya pacar berarti gak laku.
2. Belum dibilang pacaran kalo belum pernah ciuman "bibir".
3. Cewek gak benar-2 cinta kalo gak mau diajak "ML" sama cowok'nya.

Gue iseng googling dengan mengetik "Gaya Pacaran Anak Muda Jaman Sekarang", dan gue nemu satu artikel yang menarik, karna menurut gue pas banget dengan cara pacaran anak ABG sekarang, gue coba share disini aja. Langsung dibaca aja deh di bawah.

1.
- Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama, atau
- Karena Cinta Lokasi Sering Bareng

2.
- Kenalan
- Ngobrol
- Minta No hape
- SMS'an
- Telponan

3.
- PeDeKaTe
- Becanda
- Perhatian
- Ngobrol gak jelas seharian
- Mulai JATUH CINTA deh...

4.
- Nembak :: Baca Puisi Menyatakan Cinta
- JADIAN !!
- I LOVE YOU BANGET..
- Janji-janji cinta ato apa lah..
- Cinta Suci, Cinta Terakhir, Cinta Mati..
- bla bla bla..

5.
- Jalan Bareng
- Makan bareng
- Pulang bareng
- Pokok'nya Indah banget deh..

6.
- Mulai deh pegang tangan...
- Kecup tangan.. :: pas nonton bioskop biasanya..

7.
- "Cium kening" :: katanya tanda sayang..
- "Cium Pipi" :: katanya makin sayang..
- Tangan Cowo mulai "Meluk" pinggang atau ngerangkul..

8.
- "Cium Bibir" :: kangen banget katanya... Lagi lagi di bioskop...
- "Cium Leher" :: katanya gemes..

9.
- Mulai ngelus T*k*t Cewek dari luar Kaos..
- Tangan Cowo mulai masuk ke dalem kaos..
- Uda mulai "grepe'-an everywhere, everytime...
- Mulai berani ngelepas Bra
- Mulai remas2 t*k*t langsung !!

10. Minum susu langsung dari sumbernya, ga pake gelas...
(pacaran sehat karena minum susu ? sehat dari hongkong..)

11.
- Udah berani lepasin celana jeans pas di kost-kostan...
- Masih ngelus2 M*ki doang..
- Udah mulai lepasin CD pasangan..
- Tangan udah berani nyentuh M*ki / P*n*s pasangannya..
- Oral
- Petting

12.
- ML (Making Love) gaya standar... Nyesal katanya...
- ML lagi... ko enak ya.. .... .... ......
- ML, udah pake direkam 3gp segala. ga bakal kesebar, koleksi kita berdua aja katanya..

13.
- MBA (kalo cowok'nya tanggung jawab), kalo ngga...??
- Nangis... nyesal, bingung, kaget, belum siap duit, belum kerja, belum siap rumah tangga..
- Gugurin/buang bayi ya...
- Nelangsa... ngerasa dosa... ga PD lagi... malu... dll..

14.
- Pasangan kabur, cari pacar lagi...
- Nemuin yang baru, katanya cinta sejatinya...
- Ngulang dari nomor 1 s.d 14 lagi...

 

7 TAHAP PACARAN REMAJA JAMAN SEKARANG







     

Istilah pacaran sudah tidak asing lagi untuk remaja Indonesia. Bagi yang masih asing dengan istilah pacaran bisa cari di wikipedia. Setiap remaja memiliki cara-cara tersendiri dalam berpacaran agar lebih romantis dan mesra (katanya). Berikut 7 tahap dalam berpacaran yang dibagi berdasarkan aktivitas yang dilakukan dalam berpacaran.

Tahap-1
Dalam tahap ini sepasang kekasih hanya saling bertatap mata saja dan berangan-angan jika nanti bla-bla-bla tentang hubungannya.

Tahap-2
Untuk tahap berikutnya dua sejoli mulai berani berpegangan tangan ataupun bergandengan tangan sewaku jalan bareng.

Tahap-3
Tahapan berikutnya lebih berani lagi. Selain melakukan kedua hal di atas, dalam tahap ini the lovers sudah tidak sungkan lagi untuk berpelukan.

Tahap-4
Lebih tinggi lagi, setelah berpelukan lalu si cowok berani mencium si cewek.

Tahap-5
Kalau tadi hanya si cowok yang mencium, sekarang dua-duanya sudah saling berciuman bahkan mouth to mouth alias dari mulut ke mulut. Jijik? Enak? Terserah Anda. Ada istilah dari mulut ke mulut, maksudnya kayak yang tadi atau yang bagaimana?

Tahap-6
Lebih ekstrim lagi, salah satu pihak sudah mulai meraba-raba daerah terlarang (misalnya lubang hidung? Bukan!! itu loh!!!).

Tahap-7
Untuk tahap yang terakhir lebih ekstrim dari yang ekstrim-ekstrim dan lebih berbahaya dari yang berbahaya (lebay!!!). Biasanya jika kondisi memungkinkan dan kedua sejoli sudah ngebet, bisa jadi langsung mencari tempat yang sepi dan tersembunyi untuk mencari yang sembunyi-sembunyi. Kalau sudah begini sudah overdosis, pelu diberi obat penawar nafsu.